Modul 3.1.a8 _Koneksi Antar Materi
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Perkenalkan anama saya
ISNAWATI,S.Pd Calon Guru Penggerak angkatan 2 dari SMP Muhammadiyah tenggarong
Kabpaten Kutai Kartanegara,Tidak lupa ucapan salam hormat dan terima kasih saya
kepada fasilitator saya Pak Muzwarto dan Pendamping praktik saya Ibu Sri Tutik
Retno.
Dalam tulisan ini saya akan mencoba
memaparkan tentang koneksi koneksi antar materi 3.1.a.9 tentang pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dengan 9 pertanyaan dan saya akan
mencoba mengulasnya satu persatu ……
1. Bagaimana pandangan Ki
Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap
bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran
diambil?
Sebagai mana dengan pemikiran KHD menjelaskan
bahwa tujuan pendidikan yaitu;; menuntun segala kodrat yang ada pada anak –
anak agar mereka mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi – tingginya
baik sebagai manusia ataupun anggota masyarakat, oleh sebab itu pendidik hanya
dapat menuntun atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak – anak agar
dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat
anak –anak dalam mengambil suatu keputusan
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Dalam mengambil suatu keputusan tentunya nilai – nilai yang
perlu ditanamkan berhubungan dengan 4 paradigma dalam pengambilan suatu
keputusan
Ø
Individu lawan
masyarakat (individu VS community )
Ø
Rasa keadilan lawan
kasihan (juctice VS mercy)
Ø
Kebenaran lawan
kesetiaan (truth VS loyalty)
Ø
Jangka pendek lawan
jangka panjang (short term VS long term)
Dengan mempertimbangkan 4 paradigma tersebut
setidaknya keputusan yang kita ambil tidak hanya mengacu kepada kepentingan pribadi akan tetapi untuk kepentingan bersama.
3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
Dalam suatu pengambilan keputusan seorang
coach memberikan inspirasi kepada coachee untuk dapat menemukan jawabannya
sendiri atas permasalahan yang dihadapi, seorang coach berusaha secara
kontinuedengan mengali potensi yang ada pada diri coachee untuk dapat
mengeksplor dirinya agar permasalahan yang dihadapinya pada akhirnya dapat
ditemukan sebuah solusi, coachee diajak untuk berpikir secara kritis agar nantinya
adalah tepat, sehingga tidak ada lagi pertanyaan – pertanyaan yang timbul
dibalik itu semuanya, sehingga ditemukan suatu komitmen yang kuat dari diri
coachee.
4. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
Penggambilan keputusan dalam dalam suatu study
kasus yang berhubungan dengan dilemma etika atau moral dilaksanakan dengan 4
paradigma, 3 prinsif dan dan 9 konsep penggambilan dan pengujian keputusan,
dengan mengacu pada hal tersebut yang pada akhirnya keputusan yang diambil
terhadap suatu masalah akan memberikan kontribusi yang positif bagi seluruh
pemangku disekolah
5. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman?
Pengambilan keputusan yang tepat tentunya
memerlukan tingkat kreatifitas yang tinggi, agar keputusan yang diambil dapat
sepenuhnya diterima oleh orang lain. Dengan pengambilan keputusan yang tepat
dengan menanamkan nilai – nilai didalamnya tentunya keputusan yang diambil akan
berdampak kepada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman karena
keputusan yang diambil menyangkut untuk kepentingan bersama.
6. Selanjutnya apakah kesulitan – kesulitan dilingkungan anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus – kasus dilemma etika ini? Apakah ini kembali kemasalah perubahan paradigm dilingkungan anda?
kesulitan yang dihadapi adalah merubah minset (pola pikir) seseorang terhadap cara pandang mereka dalam menyikapi kasus dalam pengambilan suatu keputusan, solusi yang dapat ditempuh adalah melakukan pembiasaan terhadap bagaimana cara mengambil suatu keputusan yang tepat yaitu dengan 4 paradigma 3 prinsif dan 9 langkah
7. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil dengan pengajar yang memerdekakan murid- murid kita?
Pengambilan keputusan yang kita ambil dengan
melalui tahapan yang telah dipelajari dalam modul 3.1 dimana pengambilan
keputusan berdasarkan prinsif pemimpin pembelajaran, menyadari dan menggunakan
prinsif moral dalam melakukan pengambilan keputusan, menerapkan strategi untuk
menghindari adanya isu kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik kepentingan
sehingga dapat mewujudkan pengajaran yang memerdekakan murid – murid kita.
8. Bagimana seorang pemimpin pembelajaran dalam menggambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau kehidupan murid – murid ?
Murid adalah prioritas utama kita sebagai
pemimpin pembelajaran dalam mengambil suatu keputusan. Pengambilan keputusan
yang berpihak epada murid bukanlah hal yang mudah karena kita akan dihadapkan
dengan yang namanya dilemma etika dan bujukan moral. Sebagai pemimpin
pembelajaran, keputusan tetap diambil karena setidaknya dapat membantu mereka
dalam menyelesaikan masalah terhadap kebutuhan belajar demi meningkatkan
potensi diri dan menggali apa yang mereka miliki
9. Apa kesimpulan akhir yang dapat anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitan dengan modul – modul sebelumnya?
Sebagai pemimpin pembelajaran,dalam menngambil
suatu keputusan haruslah mempertimbangkan nilai – nilai yang tidak bertentangan
dengan etika dan moral.pengambilan keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan
langkah – langkah pengambilan keputusan akan membawa murid menerapkan budaya
positif dalam pencapaian tujuan yang diinginkan yang pada akhir terwujudnya
merdeka belajar
Link Komentar ;
https://isnawatiynk.blogspot.com/2021/10/silahkan-komentar-disini.html
Masya Allah terima kasih banyak bu sudah share modulnya saya suka...
BalasHapusmantap bu isna,,,
BalasHapusjalan dipantai meninggalkan jejak,
bumi dipijak lantunkan nasyid
pengambilan keputusan haruslah bijak
karena itu semua berpihak pada murid...
Sangat baik bu, Pengambilan keputusan yang tepat tentunya memerlukan tingkat kreatifitas yang tinggi,
BalasHapusMasyaaAllaah..
BalasHapusMantaaapp Bu Isna..
Lanjutkeun..💪💪